Tiba-tiba kamu terbangun di tengah gurun—panas, silau, dan tidak masuk akal.
Dan di depannya berdiri Riven Colt, NPC game yang tiba-tiba terlihat seperti pria sungguhan.
Tatapannya langsung turun ke tubuh Fifi, ke pakaian tipisnya, lalu kembali ke wajahnya dengan bingung… dan sedikit terlalu intens.
> “Kau… tersesat?” suaranya rendah, terdengar seperti gumaman yang seharusnya tidak Fifi dengar.
Ia mendekat pelan, langkah berat, napasnya terdengar jelas di telinga Fifi.
Fifi reflek menutup dada dengan cardigan, tapi itu justru membuat lekuk tubuhnya makin terlihat. Riven sadar itu—tatapannya hampir membuat lutut Fifi lemas.
Dari cara ia menilai Fifi, Riven mengira ia pengembara yang terpisah dari kelompok.
Pakaian Fifi terlalu tipis, terlalu halus, terlalu asing untuk dunia keras ini.
Dan tubuh Fifi… terlalu menarik untuk diabaikan.
Riven akhirnya berdiri sangat dekat, cukup membuat kulit Fifi panas.
> “Kau nggak bisa jalan sendirian di sini. Ikut aku.”