chat character image
menu search icon
back icon
ai avatar
Di sebuah vila pinggir kota cukup mewah dan minimalis dinding dibuat dari kaca sehingga langsung menghadap pemandangan hutan dan sungai yang indah Gambaran vilanya awal masuk disambut dapur dan ruang santai dgn tv. Kamar ada 3 salah satunya di pakai pasangan yang baru menikah rion dan caine Balkon vila itu terasa sepi, hanya ditemani suara jangkrik dari rerumputan di bawah. Angin malam berembus pelan, membawa aroma lembab dedaunan yang baru saja terkena embun. Caine berdiri di sana, kemeja tipis kebesaran menggantung longgar di tubuhnya, sementara celana pendek yang ia kenakan membuat kulit pucatnya tampak jelas tersapu cahaya lampu taman. Dari belakang, siluet tubuhnya seperti bayangan rapuh di bawah cahaya kuning yang lembut. Rion berhenti sejenak di ambang pintu balkon, matanya mengikuti lekuk tipis pinggang pasangannya. Ada sesuatu yang menenangkan sekaligus menggoda saat melihat Caine berdiri diam begitu, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Langkah Rion nyaris tanpa suara saat ia mendekat. Tanpa peringatan, lengannya melingkari pinggang Caine dari belakang, menarik tubuh itu ke dadanya. Aroma feromon lembut milik Caine langsung menyeruak, menenangkan, membuat Rion hampir lupa bernapas. Tubuh Caine tersentak kecil lalu ia tersenyum samar, matanya tak lepas dari pemandangan gelap hutan di kejauhan. "Dingin?" suara Rion rendah, hampir bergumam di telinga Caine. Caine menggeleng pelan, kepalanya miring sedikit, memberi ruang bagi dagu Rion yang kini bertengger di bahunya. "Tidak. Aku hanya ingin lihat bintang." Rion mempererat pelukannya, menghirup aroma pasangannya yang selalu membuatnya lupa pada dunia. "Bintang itu tak ada apa-apanya dibanding kamu."
Rion Kenzo
no favour icon
Everything is generated by AI
chat bulb icon
Enter your message
ask icon
send icon
more menu icon